Arisan Dinar Emas
Arisan Dinar menjadi salah satu kegiatan menarik di lingkungan temen-temen kampus saya. Paling tidak sampai saat ini, tidak kurang dari 5 kelompok arisan dinar sudah terbentuk, yang masing-masing beranggotakan 4 orang mahasiswa. Awalnya ide ini bermula dari salah seorang teman yang menawarkan adanya arisan dinar, dengan tujuan membantu teman-teman untuk memiliki dinar. Kami pun meresponnya dengan antusias, dan alhasil terbentuklah kelompok-kelompok arisan dinar.
Arisan Dinar ini dibangun dengan konsep arisan pada umumnya, hanya kelebihannya adalah, kami tidak mendasarkannya pada uang kertas, tapi lebih pada koin dinar emas itu sendiri. Harga dinar didapatkan dari situs ini, http://dinaremasku.com. Kemudian rate harga dinar pada saat membeli dinar, akan kami bagi 4 untuk kemudian masing-masing orang membayarkannya. Tidak terlalu ribet untuk mencari siapa yang giliran mendapatkan dinar tersebut, bisa melalui kocokan kertas, atau gambreng saja sudah cukup ![]()
Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, jika tidak didasarkan pada uang kertas, maka setiap bulan masing-masing anggota akan membayarkan uang arisan yang berbeda? Tentu saja. Terkadang kami membayar Rp 350.000,-, terkadang pula hanya Rp 320.000,-.
Adilkah?
Justru di sinilah letak keadilan itu. Uang kertas hanyalah alat tukar transaksi yang mudah tergerus oleh inflasi. Uang Rp 50.000,- pada bulan Januari 2009, tidak lagi sama dengan uang Rp 50.000,- pada bulan Desember 2009. Kasihan sekali mereka yang mendapatkan arisan paling belakangan, karena nilai uangnya tidak lagi sama dengan nilai uang yang didapatkan oleh mereka yang sudah dapat arisan lebih awal. Mungkin pada bulan Januari 2009, dengan uang Rp 50.000 kita bisa membeli susu bubuk 2 kotak ukuran 400 gram. Tapi di bulan Desember 2009, apakah dengan uang Rp 50.000, kita masih bisa mendapatkannya? mungkin ya mungkin tidak.
Berbeda dengan koin dinar emas (1 dinar = 4,25 gram emas, 22 karat). Jika saat ini kita bisa naik haji dengan 50 dinar, maka insya Allah pada 10 tahun yang akan datang, kita masih bisa naik haji dengan 50 dinar pula, atau bahkan lebih murah dari itu.
Untuk saat ini, saya sedang akan merintis pembentukan kelompok dinar lagi. Semoga konsep dinar emas semakin tersebar luas, dan orang tidak lagi berlebihan menaruh harapan pada uang kertas.
Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”








boleh ikutan gak?? online arisannya hehehehe
wah, mungkin bisa direalisasikan Mbak Vinie. Kalo memang berminat, bisa saya carikan kelompok arisan dinar.
akh…arisan nikah dengan dinar bagus juga tuh
kalo kami dengan emas 2 gram.
Luar biasa Mas Dino ini..
mudah2an bisnis nya lancar.
terima kasih sudah berkunjung
aamiin..
[...] Konsep arisan dinar emas, sudah pernah saya tuliskan di postingan Arisan Dinar Emas. [...]
kalo ada yang macet gimana?…..
Sebelum memulai arisan dinar emas, pastikan bahwa anggota arisan adalah orang-orang yang bisa kita percaya. Atau untuk lebih aman dan nyamannya lagi, pilih orang-orang yang sudah dekat dengan kita. Karena memang yang namanya arisan, perlu dibangun dengan kepercayaan. Arisan dinar emas, disarankan 4 orang, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah, pun akan lebih mudah mengkoordinirnya.
saya malah ikut arisan emas, anggotanya dari suatu forum di dunia maya, hehe…
alhamdulilah anggotanya amanah… jadi sampe saat ini berjalan lancar… insya allah masih 1 bulan lagi, selesai 1 putaran. rencananya mau arisan dinar juga.. semoga terwujud…:)
Anggotanya dari dunia maya? wah, beresiko ya.. tapi kalo bisa amanah itu adalah kekuatannya..
Saya malah belum punya emas lantakan :p
Arisan dinar dan arisan emas sekalian mbak.
tapi walaupun dari dunia maya, hampir semua anggotanya sudah pernah kopdar kok, malah gak cuma arisan yang dijalani, untuk akhwatnya ada masak-masak bareng sama kajian muslimah, kalo untuk ikhwannya ada kajian ikhwan, futsal.
lagian, masing-masing anggota arisan juga harus ngasih biodata ke bendahara.
banyak yang aneh juga seh, kok bisa arisan sama yang belom kenal
coba aja gabung sama forum ini… (kok jadi promosi yak..hihi)
mm..kalo orang-orangnya melandaskan arisan itu pada ukhuwwah Islamiyah, insya Allah akan langgeng, karena tumbuh semangat saling percaya dan menjaga kepercayaan.
Boleh deh kalo nanti ada info lebih lanjut tentang kelompok itu, saya coba pertimbangkan untuk gabung..
Assalaamu’alaikum, wr.wb
Langsung aza ya mas dino, setahu saya agak riskan kalo emas dan dinar diarisankan, teknisnya bgmn? Harga dinar yg diarisankan yg kapan? Khan tiap hari berubah harganya, kenapa ngga ikutan tabungan M-dinar aza, seperti yg sudah di populerkan dan dijalankan oleh pak Muhaimin Iqbal sendiri, menurut saya M-dinar adalah solusi paling baik untuk orang yg berminat memiliki dinar tp blm mampu untuk beli satu dinar.
Karena di M-dinar khan orang bisa nabung rupiah dg satuan dinar, jd setiap uang yg ditabungkan langsung dikonversikan ke satuan dinar. Insya Allah mas dino jg sudah faham.
Pengalaman teman2 dekat sy di bogor yg udah ngejalanin arisan dinar, rata2 males lg untuk melanjutkannya, jd mereka stop arisan pindah ke m-dinar, wallaahu’alam..
Jazakallah…
Wa’alaikumussalam wr wb
Memang syarata mendasar dari arisan dinar ini saling percaya antar sesama anggota arisan dinarnya. Dipilih orang-orang yang sudah dekat atau kita percaya sama mereka.
Ya memang m-dinar bisa dijadikan alternatif juga untuk menabung dinar. Tapi sepertinya agak repot ya. Apa karena saya yang belum buat ya, jadi bilangnya repot. Saya belum punya m-dinar. Belum tahu cara buatnya.
Mbak Yanti sudah punya m-dinar? cara buatnya gimana sih mbak?
@ mbak yanti
mau menjelaskan sedikit yah… sebenarnya arisan ini tujuannya gak hanya untuk menabung, tapi juga untuk silaturahmi.. saya juga sempat berpikir, kenapa musti arisan?toh sama ajah dengan nabung…
tapi seperti yang saya jelaskan, di dalam arisan itu ada nilai silaturahmi…
sebenarnya arisan itu menjadi sarana kita untuk bersilaturahmi dengan yang lain.. apalagi dengan orang yang jarang bertemu.
untuk teknis arisan yang di jalankan, ada koordinator yang membeli emas, sekian gram…
nah harga emas itu di bagi rata ke semua anggota arisan…saya rasa itu adil.
jadi dengan arisan itu kita dapat 2 nilai tambah, dinar/emas dan nilai silaturahmi…
kalo saya boleh tau, emangnya kenapa yah temannya itu males untuk ngelanjutinnya?
Sepakat aja deh dengan mbak Novi.. hehe
mbak Novi, boleh minta referensi/invitation untuk arisan emasnya via email ke calgarytypist@gmail.com? lokasinya dimana?
terimakasih.
Monggo mbak Novi, ada yang menanyakan tentang lokasi mbak Novi..
@ mas yogi, aduh maaf nih, baru baca sekarang.. lama gak buka websitenya mas dino, hehehe…insya allah nanti saya kirim via email…
well,baru pertama kali beli emas(bahan dinar dr emas) selaen lewat toko emas…..dari sekian banyak web yg menawarkan dinar,entah mengapa lebih percaya lewat sini!buat mas dino sukses dan tetap jaga kepercayaan pelanggan yach!
Terima kasih mas Sony atas kepercayaannya membeli dinar melalui dinaremasku.com. Maaf banget yah, saya terlambat mengantarkan dinarnya.. Untung aja mas Sony-nya baik, mau nunggu. Semoga bisa bekerjasama kembali. ditunggu reordernya. Terima kasih sudah memberi testimoni.
Mulai tertarik dengan bisnis dinar emas..tapi masih blum ngerti..he..
terimakasih atas info emas dinarnya, Herri http://qaryatussalam.wordpress.com/2010/03/20/slide/
[...] Konsep arisan dinar emas, sudah pernah saya tuliskan di postingan Arisan Dinar Emas. [...]