Dinar Emas | Investasi, Proteksi, dan Dakwah

Timbangan yang Adil Sepanjang Zaman

Dinar Emas untuk Semua

SEBAGIAN kalangan beranggapan investasi pada dinar emas hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu. Namun, bukan berarti hanya masyarakat muslim saja yang bisa berinvestasi dinar emas, semua kalangan bisa memilih instrumen investasi ini. Menurut pengamat investasi dinar emas Yayan Dharmawangsa, perbedaan mendasar investasi pada dinar emas dan emas batangan adalah nilai satuannya. Dinar emas adalah emas 22 karat dengan berat 4,25 gram. "Penentuan berat dinar emas memang dilakukan khalifah Islam. Tapi bukan berarti nonmuslim tidak bisa berinvestasi pada dinar emas," tuturnya. Karena merupakan emas, maka kelebihan berinvestasi pada dinar emas sama dengan emas batangan. Nilai intrinsiknya tidak akan berkurang akibat inflasi atau gejolak ekonomi. Hal itulah yang menyebabkan investasi pada emas, khususnya dinar emas lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi pada produk perbankan. Meskipun pada prinsipnya sama, masyarakat yang berinvestasi pada dinar emas belum sebanyak pada emas batangan. Salah satu penyebabnya adalah persepsi keliru yang menyebutkan investasi pada dinar emas hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu. Namun, Yayan optimistis di masa mendatang berinvestasi pada dinar emas akan memiliki prospek yang tidak kalah menguntungkan dengan jenis investasi lain. Khusus bagi umat Islam, berinvestasi dinar emas akan memiliki keuntungan lain, yakni mempermudah pembayaran zakat. Karena perbankan nasional belum mengadakan layanan tabungan berupa emas atau dinar emas, hal ini memaksa pemilik emas menyimpan emas atau dinar emas yang dimiliki melalui cara konvensional. Baik itu di rumah, atau di sejumlah bank atau lembaga lain yang menyediakan safe deposit box. Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto mengatakan, investasi pada dinar emas bisa melalui dua cara, yakni wakala dan pribadi. Wakala merupakan lembaga penitipan uang dinar serta penyedia jasa transfer. Wakala merupakan infrastruktur yang harus disediakan agar investasi dinas emas dapat berjalan dengan baik. "Dinar emas bisa juga disimpan sendiri oleh pemiliknya," katanya. Di Indonesia, wakala bisa menjadi ujung tombak dalam pengelolaan investasi dinar emas. Wakala yang akan mengelola investasi dinar emas. Lembaga tersebut sudah banyak terdapat di beberapa daerah di Indonesia. Karena itu, calon investor tidak perlu ragu mencari tempat membeli, menjual atau mengelola dinar emas yang dimilikinya. Bila saja pemerintah berperan lebih aktif lagi, Agustianto yakin investasi dinar emas akan berkembang lebih pesat lagi. Sebab, di tengah situasi ekonomi yang diwarnai dengan tingginya tingkat inflasi, investasi dinar emas bisa memberikan imbal hasil (yield) lebih dari 50 persen dalam waktu yang tidak lama. Sementara dalam kondisi normal, pertumbuhannya bisa mencapai 25 persen. "Hal itulah yang membuat saya optimistis investasi dinar emas memiliki prospek yang baik," jelasnya. Karena tidak berpengaruh pada tingkat inflasi, investasi ini tentunya juga tidak rawan fluktuasi harga seperti beberapa jenis investasi di sektor keuangan misalnya reksa dana dan saham. Agustianto menyatakan, investasi di dinar emas bisa dilakukan siapa saja. Dalam sejarahnya,Romawi merupakan bangsa pertama yang menggunakan emas sebagai alat tukar. Karena banyak manfaatnya, bangsa Arab dan bangsa lain kemudian mengadopsinya. Dalam perkembangan selanjutnya, bangsa-bangsa di dunia kemudian menjadikan uang sebagai alat tukar. Karena sudah memahami manfaat berinvestasi di emas khususnya dinar emas, sekarang ini sejumlah negara telah mulai mengumpulkan cadangan devisa dalam bentuk emas. Bahkan, di Amerika Serikat (AS) sekitar 60 persen dari cadangan devisanya diperkirakan dalam bentuk emas. "Kalau kita masih kurang karena minimnya sosialisasi. Tapi di masa depan saya optimistis akan semakin banyak masyarakat yang mempergunakan dinar emas sebagai instrumen investasi," tuturnya. Portabilitas dan tingkat kerahasiaan dari emas adalah nilai tambah yang penting. Selain itu, sebuah fakta yang tidak terelakkan adalah emas merupakan aset nyata dan bukan merupakan utang. Semua jenis aset kertas, seperti surat utang, saham, dan bahkan deposito bank merupakan pernyataan janji utang yang akan dibayarkan. Nilainya sangat bergantung kepada kepercayaan penanam modal bahwa janji tersebut akan dipenuhi. Penulis beberapa buku yang membahas dinar emas Zaim Saidi mengatakan, dinar emas mulai diperjualkan kembali di Indonesia beberapa tahun lalu. Pada saat itu, sejumlah masyarakat mulai melihat tidak stabilnya nilai mata uang yang disebabkan kondisi ekonomi. Setelah itu, sekelompok warga membentuk amirat yang bertanggung jawab besar atas permintaan dan penawaran dinar emas. Amirat kemudian mendorong pembentukan wakala di sejumlah daerah. Wakala diperlukan agar penjualan dinar emas dapat meningkat pesat. Wakala memiliki fungsi yang hampir sama dengan money changer.

source: http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/16/29/119027/dinar-emas-untuk-semua


Comments

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*

Ahlan Wa Sahlan

Photobucket

DINO YUDHA

=======================
======================

twitterku

***

 photo IMG_20150213_131845_edit_edit_zpsdc3cc924.jpg